Monday, 12 January 2015

NEVINDA Part 1

                                                                            Nevinda

Perkenalka namaku Parjo, aku punya  cerita perjalanan panjang dari arti kata cinta yang sulit dimengerti. Di mana bermulanya semuanya berjalan begitu saja tanpa aku bisa kendalikan karena ini adalah awal sekaligus akhir dari perjalanan hidup dan cinta. Perkenalan yang singkat mampu membuatku jatuh dalam lingkaran persoalan yang aku sendiri tak mengerti kenapa aku bisa masuk kedalamnya. Namanya Nevinda, dia memberikan semua yang aku butuhkan dari mulai cinta, kasih sayang serta cita-cita untuk bisa bertahan hidup lebih lama. Di mulai dari bangku sekolah aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan dan tak pernah memikirkan untuk memilikinya utuh tanpa ada syarat. Maklum Nevinda berasal dari keluarga yang bergaris menengah keatas walupun enggak kaya banget tapi dia bergaul dengan kalangan orang dengan anak yang dikata berduit  sedangkan aku hanya seorang anak buruh serabutan yang pekerjaanya tidak jelas. Bahkan disekolah aku bukanlah remaja yang berprestasi, mungkin untuk ukuranku aku siswa yang biasa saja.
Suatu ketika saat itu hujan aku melihat dikejauhan nampak Nevinda sedang menunggu jemputan ayahnya yang bekerja sebagai seorang polisi. Aku beranikan diri untuk menghampirinya kemudian agak sedikit gugup aku bertanya padanya,
“Vin,,?;panggilannya disekolah
“Iya,,ada apa? ;jawabnya
Hanya dengan dia memalingkan wajah seakan membuat jantungku berdetak lebih cepat dari jarum jam. Kemudian aku agak sedikit basa-basi dengan memberikan pertanyaan bodoh,
“Kok, blm pulang ? ;kataku
“Iya nie, kayaknya ayahku gak bisa jemput, terpaksa deh harus naik angkutan umum tapi kondisi lagi ujan,,Eh,, maaf km anak kelas X apa ya ? Nama kamu siapa ? kita kan belum kenalan,,;Kata Vina
Aku bigung harus menjawab apa, karena saat Nevida bertanya padaku aku enggak konsentrasi sama sekali karena aku sangat gugup.
“eh..iya vin, Kenalin Namaku Parjo, aku anak kelas X.3,,
Saat aku jabat tangannya hatiku seakan bahagia entah apa yang aku bayangkan aku bisa menjabat tangan seorang gadis yang sebelumnya hanya bisa aku lihat melalui kacamataku yang tebal ini.
“Aku Nevinda, salam kenal ya,,”
“Iya vin,,;Sahutku
Di keadaan hujan itu aku dan vinda berbicang-bincang membahas kejadian yang ada disekolah dari mulai hal serius sampai yang membuat kita tertawa terbahak-bahak. Hujan sudah mulai reda, nevinda dan aku akhirnya mengakhiri perbincangan. Sejak saat itu aku dan Nevinda sering jalan berdua entah sekedar makan ataupun mencari buku pelajaran yang kami perlukan.



    Keadaan berjalan dua bulan aku dan Nevinda belum memiliki hubungan apapun kami hanya sekedar teman yang memiliki kesamaan pemikiran. Hingga saat itu tiba, aku sudah tidak bisa membendung rasa cintaku pada Nevinda. Setiap malam aku selalu berfikir kapan aku bisa menyatakan perasaan ini apakah aku biarkan menggantung kemudian terus-turan menekan batinku. Akhirnya aku putuskan untuk menyatakan dengan resiko apapun yang akan aku terima.
Tepat saat itu bula febuary satu hari menjelang valentine aku dari rumah sudah mempersiapkan bunga bertuliskan “love” yang rencanya akan aku berikan sambil menyatakan cinta. Aku sms vinda pagi itu tepat jam 05.30 Wib untuk berangkatnya bersama seperti biasa tapi tidak satupun smsku dibalasnya. Kemudian aku coba telfon telfonya malah enggak aktif. Aku kemudian berfikir kalo vinda lupa mencharger Hpnya. Aku berangkat sendirian tanpa Nevinda kesekolah enggak seperti biasanya. Pagi pukul 06.45 Wib aku melihat kearah kelas Vinda namun aku tidak melihatnya yang biasanya dia selalu menyirami bunga didepan kelasnya.
Pelajaranpun berlalu hingga tepat istirahat aku bertanya pada temannya yang bernama asri.
“Asri ?’;panggilku
“Iya Jo , ada apa ? ;kata asri
“Nevinda kemana ya? Kok enggak kelihatan ?;kataku.
“Maaf Jo aku gak berani kasih tau kamu ?;bilang asri. 
“Knp ? Ada apa ? ;aku semakin penasaran.
“Nevinda sudah gak sekolah disini jo?”dia pindah keluar jawa, ikut ayahnya yang dipindah tugas!
Aku hanya bisa diam sambil merasakan bahwa aku sudah kehilangan bagian dari detak jatunku, aku masih mencoba berfikir bahwa perkataan asri itu mimpi. 
(Bersambung).....


No comments:

Post a Comment